4 Petugas Pemilu 2024 Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya Menurut Kemenkes

Berita91 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024 telah selesai digelar pada Rabu (14/2/2024).

Namun, beberapa daerah di Indonesia akan lakukan pemusatan suara susulan akibat terjadi beberapa peristiwa yang tidak diduga.

Penyelenggaraan Pemilu 2024 menyisakan beberapa kejadian yang salah satunya adalah kematian petugas Pemilu 2024.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengaku pihaknya menerima laporan adanya empat petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia.

Empat petugas Pemilu 2024 itu meninggal dalam rentang 10 Februari hingga 13 Februari 2024. 

Bahkan, empat orang yang meninggal dunia ini dilaporkan dan diverifikasi oleh dinas kesehatan (Dinkes) setempat. 

Baca juga: Usai Pemilu 2024, Prabowo Subianto dan Didit Prabowo Ziarah ke Makam Ibundanya di TPU Tanah Kusir

Demikian dikatakan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. 

“Dilaporkan meninggal dan diverifikasi dinkes setempat,” kata Nadia seperti dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (15/2/2024). 

Keempat petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia itu disebabkan berbagai penyebab.

Satu orang meninggal akibat hipertensi, 1 orang mengalami kecelakaan, dan 2 orang karena penyakit jantung. 

“Di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, (ada) 2 orang. Lalu satu orang di Kabupaten Brebes 1, Provinsi Jawa Timur, dan 1 orang di Kabupaten Magetan,” jelas Nadia. 

Selain itu, Kemenkes  juga mendapatkan laporan pasien petugas pemilihan umum yang datang dikarenakan ada keluhan sakit jelang Pemilu. 

Untuk morbiditas terlapor dari pasien petugas pemilu di antaranya 28 pasien dengan hipertensi, 18 pasien dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), 17 pasien Nasofaringitis, 15 pasien Myalgia dan 9 pasien Dispepsia. 

BERITA VIDEO: Tembus Kursi DPD RI, Sosok Komeng dari Aktivis Kampus Hingga Artis Super Jahil



Quoted From Many Source

Baca Juga  Polemik Kunjungan Wakil Presiden Taiwan ke AS, Mengapa Dikutuk Cina?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *