8 Sekolah Ikatan Dinas di Indonesia, Lulus Jadi CPNS

Berita211 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaSekolah kedinasan merupakan perguruan tinggi jenjang vokasi atau sarjana yang dikelola oleh kementerian maupun lembaga nasional lainnya. Tujuan dari pembentukannya supaya menghasilkan lulusan siap kerja yang terampil dan memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintahan maupun pasar dunia kerja secara umum. 

Meski berada di bawah naungan lembaga nasional, tidak semua lulusan sekolah kedinasan dijanjikan bekerja di lingkungan pemerintah. Sementara itu, khusus alumni sekolah ikatan dinas akan berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Lantas, apa saja daftar sekolah ikatan dinas di Indonesia? 

Daftar Sekolah Ikatan Dinas

Dirangkum dari masing-masing laman resminya, berikut daftar perguruan tinggi kedinasan (PTK) yang menjadikan lulusannya sebagai CPNS. 

1.    Politeknik Keuangan Negara – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN-STAN)

PKN STAN adalah perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu). Sejak 2021, lembaga pendidikan tinggi jenjang diploma tersebut menyediakan tiga program studi (prodi), yaitu D4 Akuntansi Sektor Publik, D4 Manajemen Aset Publik, dan D4 Manajemen Keuangan. 

Lulusan D4 PKN STAN dapat diangkat menjadi CPNS di lingkup Kemenkeu, lembaga lainnya, atau pemerintah daerah (Pemda). Untuk mahasiswa yang diterima melalui jalur reguler atau afirmasi, seluruh biaya pendidikan dibayarkan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, mahasiswa tidak mendapatkan uang saku atau biaya hidup. 

2.    Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

STIN dikelola oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Selama kuliah, para mahasiswa tidak dipungut biaya, tetapi justru mendapatkan tempat tinggal di asrama, konsumsi, dan seragam. Tak hanya itu, sekolah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi ahli di bidang Indonesia Cyber Task Force dan Biomedical Hazard. 

3.    Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)

STMKG adalah sekolah kedinasan di bawah lingkup Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Program belajarnya selama empat tahun dengan empat pilihan program studi jenjang D4, yaitu Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Instrumentasi. 

Para taruna dan taruni di STMKG tidak dikenakan biaya pendidikan. Namun, mereka ditarik iuran untuk keperluan seragam, atribut, dan lainnya yang dibayarkan sekali di awal pendidikan atau saat daftar ulang. 

Baca Juga  Israel Berpikir Ampuni Pemimpin Hamas di Gaza, Demi Bebaskan Sandera yang Masih Ditahan

4.    Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Poltek SSN (dahulu bernama Sekolah Tinggi Sandi Negara) diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Terdapat tiga program studi D4 yang disediakan dengan sistem paket dalam delapan semester atau empat tahun. Adapun program studi yang ditawarkan, meliputi Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Kriptografi, dan Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi. 

5.    Politeknik Statistika – Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

STIS adalah sekolah ikatan dinas yang lulusannya dapat diangkat menjadi CPNS. PTK yang berdiri sejak 1958 di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut dikhususkan untuk lulusan SMA jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 

Selama masa pendidikan, mahasiswa tidak dipungut biaya pendidikan, tetapi tidak memperoleh uang saku. Adapun program studi yang ditawarkan terdiri dari dua jenjang, yaitu D3 dengan gelar Ahli Madya Statistika (A.Md.Stat.) dan D4 dengan gelar Sarjana Terapan Statistika (S.Tr.Stat.). Program studi di STIS, meliputi D3 Statistika, D4 Statistika, dan D4 Komputasi Statistik. 

Lulusan D3 STIS akan diangkat menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) golongan II/c dan ditugaskan di BPS seluruh Indonesia. Sedangkan lulusan program D4 berkesempatan menjadi CPNS golongan III/a dan ditempatkan di BPS, kementerian, lembaga atau instansi nasional lainnya. 

6.    Poltekip dan Poltekim

Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) merupakan dua sekolah kedinasan di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Lulusannya akan ditempatkan di unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal (Ditjen), Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara, Balai Pemasyarakatan, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan, kantor imigrasi, dan lain sebagainya. 

Jurusan yang tersedia di Poltekip, yaitu Bimbingan Pemasyarakatan, Manajemen Pemasyarakatan, dan Teknik Pemasyarakatan. Sedangkan program studi di Poltekim, meliputi D3 Keimigrasian, D4 Administrasi Keimigrasian, D4 Hukum Keimigrasian, dan D4 Manajemen Teknologi Keimigrasian. 

Baca Juga  Gibran Bicara soal Videonya Ajak Pilih Ganjar Dianggap Langgar Aturan

7.    Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN)

IPDN adalah lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Calon mahasiswanya yang disebut sebagai calon Praja belajar tanpa dibebankan biaya pendidikan, kecuali hanya diharuskan membayar tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebesar Rp50.000. 

Alumni IPDN akan ditempatkan ke seluruh pelosok Indonesia, baik tingkat provinsi hingga daerah. Lulusannya akan mendapatkan pekerjaan sebagai ASN dengan golongan III/a. 

8.    Sekolah Ikatan Dinas Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turut menyelenggarakan sekolah ikatan dinas yang lulusannya akan diangkat menjadi CPNS. Melansir dari situs Dikdin Badan Kepegawaian Negara (BKN), berikut sekolah di lingkungan Kemenhub.

Iklan

–        Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD).

–        Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun.

–        Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal.

–        Politeknik Transportasi Sungai Danau Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang.

–        Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali.

–        Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

–        Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

–        Politeknik Pelayaran Surabaya.

–        Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

–        Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat.

–        Politeknik Pelayaran Banten.

–        Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh.

–        Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara.

–        Politeknik Pelayaran Barombong.

–        Politeknik Pelayaran Sorong.

–        Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.

–        Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar.

–        Politeknik Penerbangan Medan.

–        Politeknik Penerbangan Surabaya.

–        Politeknik Penerbangan Jayapura.

–        Politeknik Penerbangan Palembang. 

MELYNDA DWI PUSPITA 

Pilihan Editor:  10 Lulusan Sarjana Termuda di Indonesia, Alumnus UB hingga ITB



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *