Janji Calon Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Tertibkan Arogansi Aparat

Berita150 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM – Pembenahan arogansi aparat TNI menjadi fokus Calon Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat fit and proper test di DPR RI.

Visi misi Jenderal Agus Subiyanto dijabarkan di Komisi I DPR RI pada Senin (13/11/2023).

Kata Agus Subiyanto, apabila pada akhirnya ia dipilih dan dilantik menjadi Panglima TNI, maka di bawah kepemimpinannya, penertiban arogansi prajurit menjadi fokusnya.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu berjanji bahwa tidak ada lagi prajurit yang bisa melakukan arogansi dan menyalahgunakan wewenang seperti pemakaian senjata dan amunisi sembarangan.

“Maka di bawah kepemimpinan saya selaku Panglima TNI saya akan menekankan ke prajurit untuk tidak sekali-kali melakukan arogansi serta tidak menyalahgunakan senjata dan amunisi yang dapat melukai dan menyakiti hati rakyat,” bebernya.

Menurutnya, TNI harus menjadi perisai dan pelindung rakyat karena sejatinya TNI lahir dari rakyat dan tumbuh dari rakyat untuk rakyat.

“Bekerjalah dengan niat ibadah loyal tulus dan ikhlas,” ucapnya.

Sebelumnya Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkapkan, terdapat 59 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota TNI selama periode Oktober 2022-September 2023.

Baca juga: Momen Sedikit Kegaduhan Saat Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Agus Subiyanto

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan, angka tersebut belum cukup merepresentasikan keseluruhan kasus yang sebenarnya terjadi di Indonesia.

“Hal tersebut menunjukkan masih adanya beberapa anggota TNI yang menunjukkan arogansi di lapangan,” tulis Dimas dalam laporan yang dipublikasikan tepat pada HUT ke-78 TNI, Kamis (5/10/2023).

Ia juga merinci, mayoritas aksi kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI berupa tindak penganiayaan, yaitu sebanyak 32 kasus.

Kedua terbanyak adalah intimidasi sebanyak 15 kasus, diikuti peristiwa penyiksaan sebanyak 11 kasus dan kekerasan seksual 5 kasus.

Baca Juga  Dalih Plt Wali Kota Bekasi Bolehkan Senam Sparko di Stadion Patriot Jelang Laga Liga 1 Tapi Larang Acara Anies

Selain itu, terdapat penembakan sebanyak 3 kasus, penghukuman tidak manusiawi 2 kasus, dan penangkapan sewenang-wenang 2 kasus.

KontraS turut menyoroti beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI, salah satunya adalah kasus di Rempang yang baru-baru ini terjadi.

Mereka menilai, tak seharusnya proyek yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat justru menjadi ajang untuk menunjukkan arogansi kekuatan dan memamerkan kekerasan.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *