Jumlah Korban Tewas Kebakaran Hutan Maui Mencapai 89 Orang

Berita276 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Korban tewas akibat kebakaran hutan Maui sekarang mencapai 89 orang, kata para pejabat pada Sabtu, menjadikannya kebakaran hutan paling mematikan di AS dalam lebih dari satu abad.

Skala kerusakan menjadi fokus yang lebih tajam, Sabtu, ketika tim pencari dengan anjing mayat menyaring reruntuhan Lahaina, empat hari setelah kobaran api yang bergerak cepat meratakan kota resor bersejarah, melenyapkan bangunan dan melelehkan mobil.

Biaya untuk membangun kembali Lahaina diperkirakan mencapai US$5,5 miliar, menurut Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), dengan lebih dari 2.200 bangunan rusak atau hancur dan lebih dari 850 hektare terbakar.

Gubernur Josh Green memperingatkan pada konferensi pers pada Sabtu sore, 12 Agustus 2023, bahwa jumlah korban tewas akan terus meningkat karena lebih banyak mayat ditemukan.

Pejabat berjanji untuk memeriksa sistem pemberitahuan darurat negara bagian setelah beberapa warga mempertanyakan lebih banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperingatkan orang sebelum api mengambil alih rumah mereka. Beberapa terpaksa mengarungi Samudra Pasifik untuk melarikan diri.

Sirene yang ditempatkan di sekitar pulau – dimaksudkan untuk memperingatkan bencana alam yang akan datang – tidak pernah berbunyi, dan pemadaman listrik dan seluler yang meluas menghambat bentuk peringatan lainnya.

Jaksa Agung negara bagian, Anne Lopez, mengatakan dia meluncurkan peninjauan pengambilan keputusan baik sebelum dan selama kebakaran, sementara Green mengatakan kepada CNN bahwa dia telah mengizinkan peninjauan tanggap darurat.

Para pejabat lokal menggambarkan pertemuan berbagai faktor yang mengerikan, termasuk kegagalan jaringan komunikasi, embusan angin kencang dari badai lepas pantai dan kebakaran hutan terpisah yang berjarak puluhan mil, yang membuat hampir tidak mungkin untuk berkoordinasi secara real time dengan badan manajemen darurat yang biasanya mengeluarkan peringatan dan perintah evakuasi.

Baca Juga  Menparekraf Gelar Festival Kopi di Manggarai, Mama-mama Ajak Pejabat Menumbuk

Korban tewas membuat neraka yang meletus pada Selasa itu menjadi bencana alam terburuk di Hawaii dalam sejarah, melampaui tsunami yang menewaskan 61 orang pada 1960, setahun setelah Hawaii menjadi negara bagian AS.

Korban tewas terbaru melebihi 85 orang yang tewas dalam kebakaran 2018 di kota Paradise, California, dan merupakan korban tertinggi dari kebakaran hutan sejak 1918, ketika kebakaran Cloquet di Minnesota dan Wisconsin merenggut 453 nyawa.

Mengunjungi Lahaina sebelumnya pada Sabtu, Green mengatakan lembaga negara bagian dan federal bekerja untuk membantu mereka yang selamat.

“Fokus kami sekarang adalah menyatukan kembali orang-orang di mana kami bisa, dan memberi mereka perumahan dan perawatan kesehatan, dan kemudian beralih ke pembangunan kembali,” katanya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *