Komisioner KPU Idham Kholik Tantang Publik Beri Bukti Jika Lonjakan Suara PSI Hasil Penggelembungan

Berita28 Dilihat

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Idham Kholik menjawab soal dugaan adanya penggelembungan suara untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Perolehan suara PSI beberapa hari terakhir menjadi sorotan lantaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan

Di sisi lain, warganet mengungkap adanya manipulasi suara di berbagai TPS yang mendongkrak perolehan suara PSI secara nasional

Menanggapi itu, KPU meminta kepada publik untuk menunjukan bukti atau fakta jika merasa janggal dengan hasil rekapitulasi sementara atau real count pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Pernyataan itu disampaikan Idham sekaligus merespons soal munculnya polemik atas melonjaknya perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca juga: Suara PSI Naik Tajam, Anies: Dipimpin Anak Presiden tapi Tidak Boleh Seenaknya Sendiri

Naiknya perolehan suara PSI itu sebagian besar diduga publik karena adanya penggelembungan suara.

Kata Idham, sejatinya siapapun di negara ini berhak untuk menyampaikan komentar, namun, hal itu harus dilandasi pada bukti.

“Ya siapapun bisa berkomentar di dalam negara demokrasi siapapun bisa berkomentar, komentar yang baik adalah komentar yang dilandasi pada fakta ataupun data,” kata Idham saat ditemui awak media di Kantor KPU RI, Minggu (3/3/2024).

Kata dia, untuk KPU RI sendiri melalui aplikasi Sirekap selalu menampilkan bukti berupa foto data formulir model C.

Di mana, formulir itu menampilkan perolehan suara dari masyarakat yang didapat baik dari KPPS maupun PPLN.

“Sirekap data yang dipublikasi di Sirekap itu selalu disematkan foto formulir C hasil Plano, oleh karena itu saya ingin mengajak kepada para pengakses Sirekap tidak hanya melihat data numeriknya saja tetapi mohon lihat foto formulir model C hasil Plano nya,” kata dia.

Baca Juga  Surya Paloh Menghadap Presiden Jokowi Selama 45 menit, Ada Apa ?

Idham lantas turut meminta kepada publik, untuk sedianya melihat foto formulir model C itu jika sedang mengakses Sirekap atau website real count KPU.

Dengan begitu, publik kata dia, bisa melihat secara pasti ada atau tidaknya perbedaan antara angka numerik di Sirekap dengan yang ada di formulir model C.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *