Legislator Desak KPU DKI Jakarta Berikan Santunan Kematian untuk KPPS yang Meninggal

Berita52 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta harus memberikan santunan kematian untuk petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Tercatat sudah ada dua anggota KPPS yang meninggal dunia, yakni Ketua KPPS di TPS 070 Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Iyos Rusli dan anggota KPPS di TPS 066, Kelurahan Kebon Kacang, Jakarta Pusat Ahmad Julfi (24).

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Simon Lamakadu mengatakan, ahli waris dari anggota KPPS harus mendapatkan duit santunan.

Hal ini merujuk padaKeputusan KPU Nomor 472 Tahun 2022 tentang Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) di lingkungan KPU dalam rangka pemilu 2024.

“Disebutkan bahwa santunan kecelakaan kerja Badan Ad Hoc, yang meninggal akan menerima santunan seberar Rp 36 juta dan bantuan biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta,” ujar Simon kepada wartawan pada Jumat (16/2/2024).

Simon juga menyampaikan luka yang mendalam atas meninggalnya petugas KPPS tersebut saat melaksanakan tugas.

Dia meminta KPU DKI Jakarta untuk memastikan hak-hak ahli waris terpenuhi dengan baik, dan tidak dipersulit prosesnya.

Baca juga: Jokowi Minta Kecurangan Pemilu Dilaporkan ke Bawaslu dan MK, Anies: Itu yang Perlu Kita Tunjukkan

“Kami mendoakan yang terbaik buat almahrum dan keluarga yang ditinggalkan. Untuk TPS lain yang akan melaksanakan pemungutan suara lanjutan atau susulan agar dipastikan kembali semua petugas dalam kondisi fit,” ucap Simon.

Diketahui, Ketua KPPS TPS 70 Koja Jakarta Utara, Iyos Rusli (50), meninggal dunia pada Rabu (14/2/2024). Iyos mulanya bertugas menghitung dan membacakan surat suara di TPS 70.

Menjelang malam hari, Iyos merasa tidak enak badan dan minta izin pulang ke rumah terlebih dahulu.

Baca Juga  هزه_ارضيه viral tiktok

“Pada saat Iyos sedang melaksanakan tugas sebagai KPPS di TPS 70, sedang membacakan dan menghitung surat suara, tiba-tiba merasakan tidak enak badan dan pamit pulang,” kata Kapolsek Koja Kompol Muhammad Syahroni, Kamis (15/2/2024) dikutip dari Kompas.com.

Di rumah, Iyos sempat pingsan, kemudian petugas Bhabinkamtibmas setempat pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Iyos.

Namun, setelah pengecekan, Iyos Rusli dinyatakan sudah meninggal dunia.

Baca juga: Massa Kepung Kantor KPU, Minta Paslon 02 Didiskualifikasi hingga Tuding Jokowi Biang Kecurangan

Syahroni menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Iyos ketika meninggal dunia. Iyos sendiri punya riwayat penyakit diabetes.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *