Madu versus Gula, Mana yang Lebih Baik untuk Diet Bagi Penderita Diabetes?

Berita46 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Dalam upaya membiasakan diri dengan pola makan sehat, kita sering kali bergulat dengan dilema keberadaan gula. 

Di satu sisi, kita sering mendengar peringatan buruk tentang dampak gula terhadap kesehatan, mulai penambahan berat badan hingga diabetes dan penyakit jantung. 

Di sisi lain, kita menemukan alternatif pemanis yang tampaknya terlalu bagus yaitu madu.

Baca juga: Campuran Madu, Lemon dan Air: Benarkah Mitos Perkotaan atau Memang Ramuan Ajaib? Ini Penjelasannya

Namun, apakah madu benar-benar merupakan jawaban emas terhadap masalah gula kita, atau hanya sekedar mitos?

Mari selami perdebatan yang sulit ini.

Pertarungan Pemanis Alami: Madu vs Gula 

Madu: Ini adalah pemanis alami yang dihasilkan lebah dari nektar bunga. 

Madu mengandung glukosa dan fruktosa sehingga lebih manis dibandingkan gula meja.

Ia juga mengandung campuran vitamin, mineral, dan antioksidan, yang bervariasi tergantung pada jenis bunga yang dikunjungi lebah.

Gula: Ketika kita berbicara tentang gula, yang sering kita maksud adalah gula putih rafinasi, yang berasal dari tebu atau gula bit. 

Pemanis ini pada dasarnya adalah sukrosa murni, yang menghilangkan nutrisi apa pun selama pemrosesan.

Secara umum, madu jelas merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan gula.

Baca juga: Kesal dengan Lalat yang Mengganggu di Rumah? Simak Caranya, Modalnya Cuma Pakai Madu

Ini menawarkan banyak nutrisi dan meningkatkan kekebalan. 

Namun apakah sebaiknya mengganti gula dengan madu pada diet diabetes untuk menurunkan berat badan?



Quoted From Many Source

Baca Juga  Keluarga Yudha Arfandi Sebar Video Nyanyi Karaoke, Tamara Tyasmara: Aku tak Peduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *