Pemerintah Komunis Rusia Larang LGBT, Sebut Gerakan Ekstremis, Aktivis: Kami Juga Manusia

Berita180 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA– Kementerian Kehakiman Rusia mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) untuk melarang ‘gerakan’ Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di negara tersebut. 

Dalam pandangan Kementerian Kehakiman, gerakan para aktivis LGBT tersebut sebaga gerakan ekstrimis sehingga harus dilarang. 

Bahkan, Kementerian Kehakiman telah “mengajukan tuntutan hukum administratif” yang bertujuan untuk mengakui gerakan LGBT  “sebagai ekstremis dan melarang aktivitasnya di Rusia”.

Langkah tersebut sejauh ini merupakan langkah paling drastis dalam tindakan keras selama satu dekade terhadap hak-hak LGBT  di Rusia yang dilakukan di bawah pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Pemerintahan komunis Rusia di bawah Presiden Putin  telah menempatkan “nilai-nilai keluarga tradisional” sebagai landasan pemerintahannya.

Demikian berita terkini Wartakotalive.com mengutip dari situs Aljazeera.com Sabtu (18/11/2023) WIB sore ini.

Baca juga: Mahfud MD Terjunkan Aparat Lawan Pendemo Coldplay, Habib Bahar: Demi Allah! Saya Ratakan Kaum LGBT!

Gerakan Ekstrimis

Aljazeera menyebutkan, Kementerian Kehakiman Rusia tidak merinci apakah mereka ingin menutup kelompok atau organisasi tertentu, atau apakah penunjukan tersebut akan berlaku lebih luas terhadap komunitas, gerakan, dan individu LGBTQ.

Dalam sebuah pernyataan, mereka juga menuduh “gerakan LGBT yang beroperasi di wilayah Federasi Rusia” memiliki “berbagai tanda dan manifestasi ekstremisme, termasuk hasutan kebencian sosial dan agama”.

Sidang pengadilan dijadwalkan pada 30 November 2023, kata kementerian.

“Pihak berwenang Rusia sekali lagi lupa bahwa komunitas LGBT+ adalah manusia,” kata Dilya Gafurova, ketua kelompok hak asasi manusia Sphere dari pengasingan.

Pihak berwenang “tidak hanya ingin menghapus kami dari ranah publik: mereka ingin melarang kami sebagai kelompok sosial,” tambah Gafurova.

Baca juga: Konser Coldplay Ditolak karena Dikaitkan dengan LGBT, Erlinda: Islam itu Rahmatan Lil Alamin

Baca Juga  Survei: 50 Persen Responden Yakin Rusia Bakal Jadi Negara Adidaya

Tindakan keras meningkat setelah invasi ke Ukraina

Tindakan keras Moskow terhadap kelompok-kelompok yang berhaluan liberal semakin intensif sejak invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu, yang menyebabkan komunitas LBGT di negara tersebut menghadapi semakin banyak pembatasan terhadap hak-hak mereka.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *