Polisi Periksa Saksi Dugaan Bullying Siswa TK Binus Serpong, Kakek Korban: Kita Tunggu Perkembangan

Berita41 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN — Polres Tangerang Selatan telah melakukan pengecekan TKP terkait kasus dugaan bullying atau perundungan yang terjadi di Taman Kanak-kanak (TK) Binus Serpong, Tangerang Selatan.

“Penyidik unit PPA Polres Tangsel, sudah melakukan cek TKP, kemudian sudah melaksanakan renlidik atau rencana penyelidikan untuk langkah-langkah selanjutnya,” ucap Kasi Humas Polres Tangsel AKP Wendi, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (23/2/2024).

Wendi menyebut jika pihaknya akan melakukan pemanggilan saksi-saksi yang namanya belum bisa dijelaskannya secara detail.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait laporan kasus dugaan kekerasan yang dialami oleh siswa TK Binus Serpong.

“Tentunya akan diagendakan untuk dilakukan klarifikasi terhadap laporan tersebut,” ujarnya.

Penyidik kini masih menunggu hasil visum resmi untuk mengetahui kondisi korban.

Baca juga: Soal Bullying Binus School, Kemen PPA: Tak Boleh Keluarkan Anak dari Sekolah Sekonyong-konyong

Kakek korban, Rena Mulyana saat dihubungi TribunTangerang.com mengungkapkan jika pihaknya terus menunggu perkembangan dari pihak kepolisian.

“Kita tunggu perkembangan dari pihak kepolisian,” kata Rena saat dihubungi TribunTangerang.com, Jumat (23/2/2024).

Karena laporan sudah dibuat, Rena tetap pada pendiriannya, yaitu ingin kasus diselesaikan oleh pihak berwajib sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Karena kasus ini sudah ditangani kepolisian biar hukum berjalan sesuai hukum saja,” kata Rena.

Baca juga: Dede Yusuf Emosi Dengar Bullying di Binus Scholl Serpong: Bubarkan Geng, Seret ke Ranah Hukum!

Sebagai informasi, kejadian ini berawal dari cucu Rena yang berinisial JKW yang sering mengeluh karena dipukuli oleh teman sekolahnya yaitu EA.

Mendengar apa yang dialami cucunya, Rena tak terima dan mencoba melakukan mediasi kepada pihak sekolahan.

Saat melakukan mediasi, Rena tak mendapatkan jalan tengah, sebab cucunya yang menjadi korban justru harus dipindah kelas.

Baca Juga  Enam Tim Akan Bertarung di Turnamen Internasional Ragnarok Stars di Gandaria City

“Kita coba mediasi kepada guru, cuman dari manajemen justru terbalik, malah cucu saya yang mau dipindahin, cucu saya malah dipindahin ke tempat perempuan,” kata Rena.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *