Sindikat Pemalsu Materai Terungkap, Waspada! Ini Cara Membedakan Materai Asli dan Palsu

Berita21 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG — Tertangkapnya enam anggota sindikat materai palsu yang telah memproduksi 43.650 lembar materai oleh Polsek Metro Menteng, membuat publik harus berhati-hati.

Pasalnya, materai palsu memiliki bentuk fisik yang 100 persen mirip dengan aslinya.

Sementara apabila seseorang ketahuan memakai materai palsu, maka sebuah dokumen yang perlu dibubuhi kekuatan hukum itu menjadi tidak absah.

Oleh karena itu, Fatah Yasin selaku Kepala Seksi Humas Kanwil DJP Pajak Jakarta Pusat menyampaikan beberapa hal yang dapat membantu publik membedakan materai asli dan palsu.

Ciri materai palsu

Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan masyarakat.

“Pertama dari harga, kalau materai yang palsu itu harganya lebih rendah dari harga materai yang asli,” kata Fatah dalam konferensi pers di Mapolsek Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).

“Yang kedua, dari sisi tampilan, kalau di materai itu ada tulisan materai tempel dan angka Rp 10.000, kalau materai yang asli, itu diraba agak kasar tulisan materai dan angka Rp 10.000,” lanjutnya.

Baca juga: Beraksi Selama 1 Tahun, Sindikat Materai Palsu Ini Mampu Kumpulkan hampir Rp 1 Miliar

Terakhir, dari segi fisik materai tersebut. Yakni, apabila sebuah materai ketika dipandang dan digoyangkan berubah warna dari hijau menjadi magenta, maka materai tersebut dipastikan asli.

“Jadi ada 3, harga, diraba, kemudian digoyang dia akan keliatan dari segi warna,” jelas Fatah.

Di akhir, Fatah menyebut bahwa masyarakat boleh melapor kepada pihak berwajib apabila mendapati materai palsu di pasaran.

Sebelumnya diberitakan, enam orang tersangka yang merupakan sindikat materai palsu tak dapat berkutik kala polisi menggiringnya ke hadapan awak media, di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).

Baca Juga  Kumpul Akbar AMIN di JIS Sukses, TPD AMIN Sulsel: Rakyat Makin Sadar Butuh Perubahan

Pasalnya, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran telah membuat 43.650 lembar materai palsu yang merugikan negara sebesar Rp 936,5 juta. 

Baca juga: Pos Indonesia Buka Suara Terkait Kasus Investasi Bodong Berkedok Penjualan Materai

Kapolsek Menteng, Kompol Bayu Marfiando menyebut, keenam pelaku itu masing-masing berinisial MH (49), D (42), I (42), YA (53), S (44), dan MY (55).



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *