TANYA USTAZ: Pacaran Saat Puasa, Emang Boleh? Simak Penjelasannya Supaya Pahala Tidak Gugur!

Berita24 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG – Selama Ramadan, umat muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa atau kegiatan menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkannya.

Puasa dilakukan umat muslim mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Pada bulan Ramadan ini pula, umat muslim berlomba mendapatkan pahala kebaikan yang dijanjikan Allah berkali-kali lipat.

Namun, puasa rupanya tidak sampai pada kegiatan menahan lapar dan dahaga saja.

Seorang muslim yang jalani puasa Ramadan harus mampu menahan hawa nafsunya dari perbuatan tidak terpuji.

Pasalnya, kemampuan menahan hawa nafsu, termasuk urusan syahwat, dapat memengaruhi pahala puasa.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Kiai Abdul Kholiq Soleh saat ditemui Warta Kota di Masjid Raya Hasyim Asyari, Minggu (10/3/2024).

Baca juga: Jadwal Puasa Ramadan 2024 di Jakarta dan Sekitarnya Mulai 12 Maret

“Untuk puasa Ramadan itu, pertama menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa, makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri di siang hari dan menahan dari sesuatu yang mengakibatkan batal puasa,” kata Kholiq.

“Kedua, ada yang membatalkan pahala puasa. Puasanya tetap sah, dia menahan lapar dari pagi sampai sore sampai magrib, secara fisik puasanya diterima, puasanya sah. Tapi pahala puasanya enggak ada,” jelas Kholiq.

Menurut Kholiq, perkara itu sudah disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Banyak umat Islam yang berhasil tak makan dan minum selama berpuasa, tetapi pahala puasanya nol.

Baca juga: Perbedaan Penetapan 1 Ramadan 2024 Antara NU dan Muhammadiyah Sudah Diprediksi 8 Tahun Lalu

Penyebabnya, lanjut dia, lantaran selama puasa umat tersebut melakukan perbuatan tercela yang berakibat pada batalnya pahala puasa.

Baca Juga  Balon Udara Ganjar-Mahfud di Kawasan Monas Dipastikan Hoaks, UPT Monas: Harus Ada Izin Setmilpres

Seperti misalnya, melakukan zina mata hingga menggunjing orang lain.

“Sampai-sampai ada sahabat pukul 17.00 sore dipanggil oleh Rasul, kemudian Rasul menyiapkan dua baskom, itu perempuan itu disuruh muntah. Alangkah kagetnya para sahabat ketika perempuan itu memuntahkan darah dan daging,” ungkap Kholiq.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *