Terapkan Permendag 36 Tahun 2023, Beacukai Soetta Amankan Ribuan Alat Kosmetik, Pakaian hingga Tas

Berita20 Dilihat

Laporan Wartawan, WARTAKOTALIVE.COM, Gilbert Sem Sandro

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta melaksanakan 21 penindakan terhadap barang bawaan penumpang perjalanan luar negeri yang melebihi kapasitas setibanya di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, puluhan penindakan itu berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 36 Tahun 2023 sebagaimana diubah dalam Permendag nomor 3 Tahun 2024 tentang kebijakan dan pengaturan impor.

Pasca ditetapkan pada 11 Desember 2023 lalu, Permendag tersebut mulai diberlakukan sejak Minggu (10/3/2024).

“Setelah empat hari penerapan Permendag itu, Kantor Bea Cukai Soetta berhasil melaksanakan 21 penindakan terhadap 5 jenis komoditi barang bawaan penumpang yang baru tiba dari luar negeri,” ujar Gatot kepada Wartakotalive.com secara ekslusif, Rabu (13/3/2024). 

Baca juga: Bea Cukai Soetta Sosialisasikan Jumlah Muatan Maksimal Penumpang dari Luar Negeri

Adapun jumlah barang bawaan yang dilakukan penindakan mencapai ribuan alat kosmetik, tas, sepatu, obat, hingga pakaian.

Komoditi yang paling banyak dilakukan penindakan ialah alat kosmetik yang mencapai 705 buah yang terdiri dari berbagai jenis.

Komoditas selanjutnya yang dibawa dari luar negeri adalah pakaian jadi yang merupakan non personal use dan jumlahnya mencapai 490 buah.

Kemudian ada juga 29 obat tradisional dan suplemen kesehatan, 20 pasang alas kaki berupa sepatu, serta 14 buah tas bermerk.

“Untuk 20 pasang sepatu yang diamankan terdiri dari 4 penindakan, lalu 14 buah tas didapat dari 2 penindakan dan 2 penidakan terhadap 29 obat tradisional suplemen kesehatan,” kata dia.

“Sementara itu terdapat 4 penindakan yang mengamankan 705 buah alat kosmetik, serta 490 pakaian jadi didapat dari 9 penindakan,” paparnya.

Gatot menerangkan, setiap komoditas barang bawaan tersebut memiliki jumlah maksimal yang boleh dibawa penumpang usai melakukan perjalanan luar negeri.

Baca Juga  Sinopsis The Black Demon, Kisah Hiu Raksasa yang Menyerang Sekeluarga

Seperti pada alas kaki dan tas yang hanya diizinkan dibawa sebanyak dua pasang atau dua buah per penumpang, 20 alat kosmetik dari setiap penumpang. 

Untuk obat tradisional ataupun suplemen kesehatan, setiap penumpang hanya diizinkan membawa masuk ke Indonesia dengan total nilai maksimal 1.500 Free on Board (FOB).

Sementara komoditi pakaian jadi tidak memiliki batasan khusus selama barang tersebut merupakan milik atau digunakan secara pribadi oleh penumpang (personal use).

Baca juga: Bea Cukai Soekarno-Hatta: Terjadi Peningkatan Penyeludupan Narkotika Sepanjang 2023

“Selain komoditas di atas terdapat beberapa barang lain yang pengawasannya berubah menjadi border, seperti karpet, selimut, gorden, alat elektronik, telepon seluler, komputer tablet, beras, gula, besi, baja, garam, mainan, hingga sepeda,” tuturnya.

“Selanjutnya bahan bakar migas, nitroselulosa, bahan peledak, bahan perusak ozon atau BPO, bahan berbahaya (B2) dan barang dalam keadaan tidak baru atau bekas,” sambungnya.

Menurut Gatot, barang hasil penindakan yang terkena pembatasan itu selanjutnya dapat diekspor kembali ke negara asal kalau sebelumnya telah diberitahukan kepada Petugas Bea dan Cukai melalui electronic customs declaration.

“Namun demikian, apabila tidak dilaporkan maka statusnya akan menjadi barang yang dikuasai negara,” jelas Gatot Sugeng Wibowo. (m28)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *