Tinggal di Kolong Jembatan KBT, Tunawisma Pengidap Penyakit Kronis Dievakuasi Petugas Dinsos

Berita43 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT – Malang nasib seorang ayah, Aris (43) yang merupakan pengidap penyakit kronis dievakuasi petugas Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Timur.

Pasalnya, nasib seorang tunawisma yang memiliki satu putra dan satu putri itu baru saja diketahui usai selama satu bulan tinggal di kolong jembatan Kanal Banjir Timur (KBT) kelurahan Pondok Kopi, kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Kami tadi dapat laporan dari masyarakat ada orang terlantar dan dua anaknya usia 10 tahun dan 15 tahun. Kami dikirim foto-fotonya dan berkoordinasi dengan polisi, pol pp, dan kebetulan PJLP alias P3S kami. Kami langsung menuju ke kolong jembatan ini,” kata Kasatpel Sosial Duren Sawit El Bahruroji, Rabu (21/2/2024).

Pantauan di lokasi, sembari duduk dengan beralaskan spanduk bekas, Aris nampak mendengarkan beberapa arahan yang disampaikan para petugas perihal tindakan evakuasi.

Hanya saja ia tidak dapat berbicara menjawab banyak, sebab kondisinya nampak lesu dan lemas.

Acap kali bagian mulut serta dadanya kerap membusung serupa berupaya menghirup oksigen.

Baca juga: Viral Screenshot Grup WA Presiden-PM Dunia, Prabowo Dapat Selamat dari Putin-Joe Biden is Typing

Mengingat spesifik penyakit yang dialaminya menyerang bagian organ paru dan membuat pernapasan menjadi terganggu. 

“Saya tanya-tanya sebentar juga masih bisa bicara, tapi pelan. Katanya batuk kronis sebulan belakangan ini, mungkin karena kecapekan dan makan tidak teratur. Ada asma juga,” lugasnya.

Ketika petugas berupaya mengajak Aris untuk dievakuasi, kedua anaknya pun nampak menolaknya.

Sebab mereka tidak ingin dipisahkan oleh sang ayah.

Selain itu, kedua anak tersebut nampak bingung perihal upaya seperti apa yang perlu dilakukan jika sang ayah nantinya dibawa ke rumah sakit (RS) dan mereka tidak diperkenankan untuk menunggu di dalamnya.

Baca Juga  PECHINO EXPRESS viral tiktok

Sementara sang ibu sudah meninggal dunia terlebih dahulu.

Baca juga: THN AMIN Temukan Fakta Ada Pengerahan Kepala Desa untuk Memenangi Paslon Tertentu di Pemilu 2024

“Tadi kami sempat bicara dengan anak-anaknya yang enggak mau ditinggal bapaknya, tapi kan di rumah sakit tidak boleh,” tuturnya.

Setelah perbincangan mencari solusi yang panjang, akhirnya Bahruroji memutuskan untuk membawa kedua anak yang sudah putus sekolah itu ke RS dengan menumpangi ambulans.

Hanya saja diperkenankan untuk menunggu di luar ruangan.

Kemudian, Bahruroji dan jajaran pun mengarahkan kepada kedua anak tersebut dan Aris untuk tidak kembali tinggal di kolong jembatan lagi.

“Penanganan selanjutnya, kami tadi berkoordinasi dengan AGD. Jadi tadi dilakukan pemeriksaan, dan perlu diperiksa lebih lanjut di RS Duren Sawit,” pungkasnya. (m37)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *