Usai Bersua Prabowo, 3 plus 1 Kader PSI Ini Mundur Diri

Berita222 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Tiga plus satu kader dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI memutuskan untuk mengundurkan diri imbas partainya bertemu dengan bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Ada pun ketiga kader PSI itu adalah Guntur Romli, Dwi Kundoyo dan Estugraha. Plus, satu kader PSI lainnya, Ade Armando, mengundurkan diri sebagai host di kanal YouTube Cokro TV. Momen mereka mengundurkan diri dalam waktu yang hampir berdekatan.

Tiga kader mundur PSI

Mundurnya tiga kader PSI ini diawali dari Guntur Romli. Guntur menyampaikan pengunduran dirinya dari PSI di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 5 Agustus 2023. Ia menjelaskan, alasan utama pengunduran dirinya karena melihat sinyal bergabungnya PSI ke dalam koalisi yang menjagokan Prabowo sebagai capres.

“Koalisi PSI dan Prabowo akan menjadi kenyataan, hanya soal waktu saja,” kata Guntur di Bakoel Koffie, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Pengunduran diri Guntur itu kemudian diikuti Dwi dan Estu, pada Senin, 7 Agustus 2023. Dwi menjelaskan, sambutan hangat PSI kepada Prabowo telah mencederai semangat dan pandangan perjuangannya selama ini.

“Saya tertarik ikut serta berjuang bersama PSI, karena PSI berdasarkan hasil Rembuk Rakyat yang diadakan oleh PSI pada Oktober 2022 menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden,” kata Dwi, Senin, 7 Agustus 2023.

Adapun Guntur, Dwi dan Estugraha merupakan bagian dari kelompok relawan Ganjar Pranowo yang bernama Ganjarian Spartan.

Pengunduran diri ketiga kader PSI tersebut merupakan imbas pertemuan PSI sebelumnya saat menerima kunjungan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto serta rombongannya di Kantor DPP PSI pada Rabu, 2 Agustus 2023. Dalam persamuhan tersebut, PSI dan Gerindra sama-sama mengaku punya banyak kesamaan visi dan pandangan.

Baca Juga  Jasa Bersih Rumah Di Kota Medan Kreatif

Tanggapan PSI

Juru Bicara PSI Sigit Widodo mengatakan, pertemuan PSI dengan Prabowo tidak bisa dijadikan alasan untuk mengundurkan diri.

Musababnya, kata dia, persamuhan itu hanya silaturahmi politik biasa antarparpol pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Ia menegaskan pertemuan PSI dengan Gerindra tidak bicara mengenai pencapresan.

Selanjutnya: PSI belum mengambil keputusan final…



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *